Senin, 18 April 2011

Keajaiban Allah S.W.t

Assalamualaikum Wr. Wb.

Seraya mengucap Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini kami berupaya mengajukan proposal pembangunan / renovasi total pada Masjid Rahmat latsari Tuban dalam rangka menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan anggaran pembangunan tersebut dengan tetap berdoa mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kemudahan bagi kita semua. Amin. Untuk Donasi Buka Link dibawah ini



burung baca quran








Download here


ikan berkepala buaya






Download here


sajadah sholat






Download here



MISTERI ANAK DURHAKA MENJADI IKAN ATAUKAH IKAN YANG MIRIP MANUSIA? WALLAHU ALAM.....


Manfaat Lidah Buaya


PENYEMBUHAN dan pengobatan luar biasa dari tumbuhan ini juga bermanfaat untuk kecantikan. Dengan minum dua sampai empat ons,atau 1/2 cangkir jus lidah buaya setiap hari, akan membuat kulit Anda terlihat bersih dan memperbaiki kualitas kulit. Radang tenggorokan
Cara meramu: Satu helai daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan satu sendok makan madu murni. Minum tiga kali sehari.
Ambeien
Cara meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras.Tambahkan dua sendok makan madu. Dalam keadaan hangat,minum tiga kali sehari.
Diabetes melitus
Cara meramu: Dua batang daun lidah buaya dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan tiga gelas air, lalu saring. Minum tiga kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.
Sembelit
Cara meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri satu sendok makan madu.Hangat-hangat dimakan dua kali sehari.
Penurun kadar gula darah
Cara meramu: Satu pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar, lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan tiga gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas,2?3 kali sehari.
Penyubur rambut
Cara meramu: Dua pelepah lidah buaya dicuci, lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain.Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama tiga bulan.

Minggu, 17 April 2011

Seni Tari Dayak

Tokoh Dayak Protes Profesor Thamrin
Terkait Pernyataan soal Hubungan Bebas
TRIBUNPONTIANAK/MARLEN
Ilustrasi - Personel tari dari Sanggar Darma Indah Seni (DIS) Sanggau, saat Gawai Dayak Sanggau, beberapa waktu lalu.
PONTIANAK, TRIBUN - Tokoh masyarakat Dayak Kalbar, Thadeus Yus, meminta sosiolog Universitas Indonesia Prof Dr Thamrin Amal Tamagola mengklarifikasi pernyataannya terkait masyarakat Dayak, yang diungkapkan saat menjadi saksi kasus video asusila Nasriel Irham alias Ariel Peterpan.

"Pernyataan Pak Thamrin itu melukai perasaan orang Dayak dan sangat bertentangan dengan kenyataannya. Jadi, kami minta Pak Thamrin mengklarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat Dayak. Jika tidak, kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum," ujar Thadeus di Pontianak, Rabu (5/1).

Thamrin hadir dalam sidang Ariel, Kamis 3 Desember 2010. Seusai memberikan keterangan sebagai saksi ahli, kepada wartawan Thamrin menyatakan, video porno dengan pemeran mirip Ariel tidak meresahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Menurutnya, sebagian masyarakat Indonesia menganggap hal itu biasa.

"Di Indonesia itu ada 653 suku bangsa. Sebagiannya menganggap biasa," katanya. Ia mengatakan, contoh masyarakat yang tidak resah terhadap video tersebut adalah masyarakat suku Dayak, sejumlah masyarakat Bali, Mentawai, dan masyarakat Papua.

"Dari hasil penelitian saya di Dayak itu, bersenggama tanpa diikat oleh perkawinan oleh sejumlah masyarakat sana sudah dianggap biasa. Malah, hal itu dianggap sebagai pembelajaran seks," katanya.

Thadeus mengatakan, pernyataan Thamrin bahwa bersenggama tanpa diikat perkawinan sebagai hal biasa bagi masyarakat Dayak, menyinggung perasaan dan tidak sesuai dengan kenyataannya.

"Dalam kenyataannya di masyarakat Dayak, seorang pria dan wanita yang belum menikah jika duduk berdekatan atau bermesraan di tempat sepi, bisa kena hukum adat. Seks bebas justru sangat tabu sekali bagi masyarakat Dayak," tegas Thadeus.

Menurut Thadeus, jika memang benar bahwa pernyataan Thamrin itu merupakan hasil penelitian, maka ia harus menyebutkan kapan penelitian itu dan di mana dilakukan.

"Kami ingin tahu seperti apa penelitiannya dan apakah dia sudah benar menarik kesimpulan. Kami siap beradu argumen untuk mengecek kesahihan hasil penelitiannya. Kita juga akan cross check dengan masyarakat Bali, Mentawai, dan Papua yang disebutkannya," kata Thadeus.

Hal serupa diutarakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Kalbar, Erma Suryani Ranik. Ia mengaku sangat kecewa dengan pernyataan Thamrin tentang tradisi suku Dayak yang mempraktikkan seks bebas.

"Pernyataan tersebut melukai hati kami sebagai orang Dayak. Dan, sangat disayangkan keluar dari mulut seorang profesor. Saya menuntut Prof Thamrin menyebutkan judul penelitiannya dan kapan penelitian itu dilakukan. Jika tidak terbukti, saya akan mendorong agar Thamrin dijatuhi hukuman adat karena berbicara dusta," kata Erma.

Aksi di Jakarta
Sejumlah masyarakat Dayak di Jakarta menyatakan akan menggelar aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (8/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kordinator lapangan aksi damai, Yohansen, yang dihubungi melalui telepon selulernya, mengatakan, sekitar 100 masyarakat Dayak yang sebagian besar pemuda dan pelajar akan berdemo. Mereka akan menggunakan pakaian adat yang didominasi warna merah.

Para mahsiswa dan pelajar juga sudah mendapatkan dukungan dari DAD Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Yohansen mengatakan, ada tiga tuntutan yang akan dibacakan dalam aksi damai tersebut. "Kami minta Thamrin Amal Tomagola mempublikasikan hasil penelitian tentang masyarakat Dayak berkaitan dengan statement-nya," kata Yohansen.

Tuntutan lain, meminta Thamrin meminta maaf kepada seluruh masyarakat Dayak secara terbuka melalui media massa. Selanjutnya, meminta lembaga Dayak seperti Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan Dewan Adat Dayak (DAD) membawa kasus ini ke jalur hukum.

Tak Menyamaratakan
Menanggapi hal tersebut, Thamrin yang dihubungi Kompas.com, Rabu, menjelaskan, apa yang disampaikannya bukan bermaksud menyamaratakan semua suku Dayak. "Saya sebutkan detail di pengadilan dalam penjelasan selama satu jam lebih bahwa itu hasil penelitian saya terhadap beberapa suku di Indonesia. Bukan menyamaratakan," katanya.

"Poin saya (dalam sidang) adalah memperlihatkan keanekaragaman dan kemajemukan serta toleransi. Saya sampaikan bahwa UU Pornografi akan kesulitan karena menghadapi budaya yang berbeda-beda. Saat menjelaskan keanekaragaman itu saya sampai pada contoh, antara lain menyebut penelitian saya terhadap beberapa suku Papua dan Dayak," jelas Thamrin.

Selain itu, menurut Thamrin, apa yang dinyatakan di pengadilan sebenarnya bukan konsumsi publik, tapi untuk forum yang khusus.

Seni Tari Dayak

Festival Seni Tari melayu????

Fersival Seni Tari Melayu

Fersival Seni Tari Melayu Nusantara VII berlangsung 28-30 Oktober 2008 di PIM, pembukaan dilaksanakan pada 28 Okt. 2008 di Hotel Horison dan dengan menampilkan 2 kontingen, selanjutnya pada 29 dan 30 acara dilaksanakan di PIM acara ini diikuti peserta dari berbagai propinsi dan kota di Indonesia, tampak pada gambar ini adalah peserta dari Kalimantan Barat dengan tarian Serai Serumpun, tari ini sangat menarik hingga membuat penonton beberapa kali memberikan tepuk tangan pada kontingen ini.

Pengertian 'SENI TARI'

Pengertian Tarian
Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang, dan waktu, dan tenaga.

Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut :
Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan.
Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987, 12). Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan.
Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif, dinamis, dan sangat beragam intensitas pendalamannya. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus.

Dalam perkembangan berikut, tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam buku ini, pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya.
Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986, 21). Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978, 4).
Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV), maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari, paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII), paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol, dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan, perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat.


Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja, pada waktu kapan saja.
Sebagai sarana komunikasi, tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis, melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat.
Apabila disimak secara khusus, tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari, gerak tari, maupun unjuk kemampuan, dan kemauan kepada umum secara jelas. Tari memberikan penghayatan rasa, empati, simpati, dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya.


 Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh, oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak.
Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Ibarat bahasa gerak, hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal, tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja.
Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. Masyarakat membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja, melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat.
Dalam konteksnya, beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak, ritme, dan bunyi musik, serta unsur pendukung lainnya. John Martin dalam The Modern Dance, menyatakan bahwa, tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia.
Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan, ungkapan komunikasi kata-kata, dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari.
Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur, menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas.
Seperti dikutip oleh M. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987, 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli, 1994:44).
Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu bergerak. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). Sebaliknya, gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement).
Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa, tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins, 1990:2). Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa, pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.
Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan, tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan, maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme.
Oleh sebab itu, tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya.
Sependapat kedua pakar di atas, Corry Hamstrong menyatakan bahwa, tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan, tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. Soedarsono menyatakan bahwa, tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu.
Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis.
Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. Sebagai bentuk latihanlatihan, tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak, rasa, dan irama seseorang. Oleh sebab itu, tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya.
Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam, maka diperlukan informasi tentang unsur tari, aspek tari, dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto, VCD/DVD serta media lainnya.